Memangnya Sekuat Apa Kita, Sampai Ikut Bersama Donald Trump?
3 mins read

Memangnya Sekuat Apa Kita, Sampai Ikut Bersama Donald Trump?

Allah Ta’ala melarang menjadi pendukung kezaliman, mendukung para penguasa zalim bahkan musuh Islam seperti Donald Trump.

Sejumlah ayat Al Quran dan Sunnah Nabi ﷺ menegaskan larangan menjadi pembela orang-orang zalim dan satu barisan dengan mereka. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Hud: 113)

Sekedar cenderung kepada mereka pun terlarang dan diancam neraka. Apakah belum sampai peringatan ini kepada kita?

Para pendukung kebijakan ini membela mati-matian, dengan menyebutnya sebagaimana strategi, main cantik, meredam Donald Trump dari dalam, sesuai Sirah Nabawiyah….bla bla..

Memangnya sekuat apa kita, sehebat apa lobi kita, di mata pemimpin zalim tsb? Sementara di dalam negeri saja kebijakan ini menjadi bulanan-bulanan dan di olok-olok?

Yang nampak justru puja puji dan menjilat untuk Donald Trump sering diucapkan.

Pejuang Palestina memperingatkan agar berhati-hati dengan permainan Trump, yang goal akhirnya adalah memperkuat Israel, melemahkan Palestina, dan melumpuhkan perlawanan, di balik kata-kata manisnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan janganlah saling menolong dalam dosa dan ‘udwan (permusuhan, pelanggaran). (QS. Al Maidah: 2)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وينهاهم عن التناصر على الباطل والتعاون على المآثم والمحارم

Allah melarang mereka menolong dalam kebatilan, dan saling menolong dalam dosa dan perkara-perkara yang haram. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/13)

Semoga Allah Ta’ala berikan hidayah kepada pemimpin negeri ini, jangan ghurur, dan agar berdiri bersama Mujahidin Palestina, bukan malah berdiri bersama musuh para Mujahidin Palestina.

Wallahul Musta’an!!

✍ Farid Nu’man Hasan

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch