Harga-Harga Naik, Sabar Saja, Jangan Ngeluh!
3 mins read

Harga-Harga Naik, Sabar Saja, Jangan Ngeluh!

๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข

๐Ÿ“Œย Beredar meme yg memuat sebuah hadits agar kita tidak mengeluh atas kenaikan harga, cukup sabar dan tawakkal.

๐Ÿ“Œย Haditsnya tentu benar yaitu mengajarkan sabar. Tapi Sabar bukanlah bermakna pasif dan bukan pula tidak boleh kritis. Itu menempatkan hadits bukan pada tempatnya.

๐Ÿ“ŒAl Quran sendiri merinci sifat orang-orang bersabar itu: tidak lemah, tdk lesu, dan tidak tinggal diam. (QS. Ali Imran: 146)

๐Ÿ“Œย Di sisi lain, seharusnya pembuat meme tersebut hendaknya bisa berbuat adil dan sportif, jangan hanya menuntut rakyat untuk jangan mengeluh, tapi juga hendaknya mengingatkan pemimpin/penguasa dengan hadits:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ูˆูŽู„ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุฃูู…ูŽู‘ุชููŠ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ููŽุฑูŽููŽู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽุงุฑู’ููู‚ู’ ุจูู‡ู. ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‚ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽุงุดู’ููู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

โ€œYa Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIAโ€.

(HR.ย Muslim no. 1828)

๐Ÿ“Œย Jangan sampai pembuat meme ini mirip seperti yg Rasulullah gambarkan:

ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุช ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽู‡ูŽุงุจู ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ู ูŠูŽุง ุธูŽุงู„ูู…ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุชููˆุฏู‘ูุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’

Jika kau melihat umatku ketakutan dan tidak berkata kepada orang zalim โ€œWahai Zalimโ€ maka Allah akan tinggalkan mereka.

(HR.Ahmad, Al Bazar,Al Hakim, beliau nyatakan: shahih. Disepakati Adz Dzahabi)

๐Ÿ“Œย Sungguh menasehati kebijakan pemimpin yg keliru adalah salah satu perkara penting dalam Islam, sebagaimana hadits:

ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ููƒูุชูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู„ูุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽู„ูุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุนูŽุงู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’

โ€œAgama itu adalah nasihat.โ€ Kami bertanya, โ€œNasihat untuk siapa?โ€ Beliau menjawab, โ€œUntuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan paraย pemimpin kaum muslimin, serta kaum awam mereka.โ€

(HR. Muslim no. 55)

๐Ÿ“Œย Imam Al Khathabi menjelaskan bahwa NASIHAT itu tonggak dan tiangnya agama. Beliau Rahimahullah mengomentari makna hadits tersebut :

ูˆูŽู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ : ุนูู…ูŽุงุฏ ุงู„ุฏู‘ููŠู† ูˆูŽู‚ููˆูŽุงู…ู‡ ุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉ . ูƒูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู : ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉ ุฃูŽูŠู’ ุนูู…ูŽุงุฏู‡ ูˆูŽู…ูุนู’ุธูŽู…ู‡ ุนูŽุฑูŽููŽุฉ

โ€œMakna hadits (agama adalah nasihat) adalah: tiang agama dan penyangganya adalah nasihat. Ini seperti sabdanya: haji adalah โ€˜arafah artinya tiang dan ang paling penting dari haji adalah (wukuf) di โ€˜Arafah.โ€

(Dikutip An Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 1/144)

๐Ÿ“Œย Maka, siapa pun yang menasihati kekeliruan kebijakan pemimpin dgn cara santun, argumentatif, maka dia sedang menegakkan agama.

๐Ÿ“Œย Kebalikannya, selalu menjadi pembela kebijakan yang salah dan mencekik dengan berbagai dalil-dalil, tidak peduli benar atau salah, asal bela saja, adalah perilaku menjilat yang terlarang.

Nabi Shalallahuโ€™Alaihi wa Sallam bersabda:

ยซุงุณู’ู…ูŽุนููˆุงุŒ ู‡ูŽู„ู’ ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฃูู…ูŽุฑูŽุงุกูุŸ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ููŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽู‡ูู…ู’ ุจููƒูŽุฐูุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูู„ู’ู…ูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽู„ูŽุณู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจููˆูŽุงุฑูุฏู ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ุญูŽูˆู’ุถูŽุŒูŽยป

โ€œDengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sesudahku nanti akan ada para pemimpin. Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan mendukung kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga.โ€

(HR At Tirmidzi no. 2259, An Nasaโ€™i no. 4208, Shahih)

Demikian. Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thariq

๐ŸŒฟ๐ŸŒท๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒต๐ŸŒด

โœ Farid Nuโ€™man Hasan

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a โ€œmoney siteโ€ in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Googleโ€™s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as โ€œlink juiceโ€) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch